STUDI KASUS TENTANG KASUS UBER DAN GRAB
NAMA :NOVIA ANGGRAENI
KELAS :B
NIM :160321100066
MATA KULIAH :HUKUM DAN ETIKA BISNIS
Ia juga ingin Uber melakukan penjualan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), paling cepat pada awal tahun depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Grab dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara. Kabar akuisisi Grab pada operasional Uber di Asia Tenggara juga berkembang karena kedua perusahaan sama-sama mendapat pendanaan besar dari raksasa teknologi Jepang, Softbank.
Pihak Softbank sama-sama duduk di dewan direksi kedua perusahaan dan kabarnya ingin melakukan konsolidasi bisnis. "Softbank akan memainkan peran konsolidasi," sebut sumber Kr Asia.
Dengan valuasi USD 68 miliar, Uber adalah startup paling bernilai di dunia dan beroperasi secara global. Sedangkan Grab fokus habis-habisan di pasar Asia Tenggara.
KESIMPULAN dari studi kasus Uber dan Grab yaitu termasuk dalam AKUISISI
KELAS :B
NIM :160321100066
MATA KULIAH :HUKUM DAN ETIKA BISNIS
Perusahaan teknologi
penyedia transportasi Uber dikabarkan bakal menjual bisnisnya di Asia Tenggara
kepada perusahaan serupa asal Singapura, Grab. Jika aksi korporasi ini
terwujud, Uber akan memperoleh ekuitas Grab di dalamnya. Mengutip Fortune,
Senin (19/2/2018), langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Uber
membantu menurunkan biaya sebelum melakukan penawaran umum perdana alias
initial public offering (IPO). Uber sendiri mengalami kerugian 4,5 miliar
dollar AS pada 2017 meski meraup penjualan 7,5 miliar dollar AS. Artinya,
permintaan tetap ada, tetapi Uber harus fokus pada kawasan-kawasan yang
berkinerja kuat saja. Asia merupakan kawasan yang keras bagi Uber, di mana
layanan-layanan serupa bertaraf regional secara konsisten mengalahkannya. Uber
pun sudah menyerah di China dengan cara menjual kepemilikan saham kepada
kompetitornya, Didi Chuxing, pada 2016
Operasional Uber di
kawasan Asia Tenggara dirumorkan akan diserahkan pada kompetitornya, Grab.
Pihak Uber menyatakan tidak menanggapi spekulasi atau rumor, namun pernyataan
dari CEO Uber Dara Khosrowshahi mengindikasikan Uber akan tetap jalan terus
secara mandiri di Asia Tenggara.
Pihak Uber memang disarankan oleh Rajeev Misra, eksekutif SoftBank, untuk fokus pada pasar tertentu saja seperti AS, Eropa, Amerika Latin dan Australia. Tapi Dara mengungkapkan ketidaksetujuannya dan menyatakan Uber akan terus maju ke depan dan berekspansi.
Pihak Uber memang disarankan oleh Rajeev Misra, eksekutif SoftBank, untuk fokus pada pasar tertentu saja seperti AS, Eropa, Amerika Latin dan Australia. Tapi Dara mengungkapkan ketidaksetujuannya dan menyatakan Uber akan terus maju ke depan dan berekspansi.
Dara mengatakan hal itu
dalam ajang World Economic Forum di Davos. Ia juga optimistis Uber yang saat
ini masih merugi akan meraih untung. "Kami akan untung sebelum tahun
2022," demikian keyakinannya yang dikutip detikINET dari Bloomberg.
Ia juga ingin Uber melakukan penjualan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), paling cepat pada awal tahun depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Grab dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara. Kabar akuisisi Grab pada operasional Uber di Asia Tenggara juga berkembang karena kedua perusahaan sama-sama mendapat pendanaan besar dari raksasa teknologi Jepang, Softbank.
Pihak Softbank sama-sama duduk di dewan direksi kedua perusahaan dan kabarnya ingin melakukan konsolidasi bisnis. "Softbank akan memainkan peran konsolidasi," sebut sumber Kr Asia.
Dengan valuasi USD 68 miliar, Uber adalah startup paling bernilai di dunia dan beroperasi secara global. Sedangkan Grab fokus habis-habisan di pasar Asia Tenggara.
KESIMPULAN dari studi kasus Uber dan Grab yaitu termasuk dalam AKUISISI
Komentar
Posting Komentar