RESUME JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS (OTOMATISASI KANTOR)


Kelompok 12
Nama : Novia Anggraeni             160321100066
            Kholisatul Farizah              160321100018
            Amelia Fatma                       160321100042
Jurnal 1 : Otomatisasi perkantoran dalam pencatatan invetaris barang (studi kasus di SMA NEGERI 4 Pematangsiangtar Volume 3 No 5 Desember 2015
Pembahasan :
Sistem yang terancang akan dilanjutkan ke tahap implementasikan sistem. Berikut tahap pengimplementasian berisi hasil atau sub menu,halaman masukan dan laporan.
Keluaran (output) dari sistem informasi inventaris barang ini adalah berbentuk laporan. Barang masuk dan barang keluar yang akan dibeikan kepada pemimpin.
Fungsi                         : Pimpinan akan mengetahui keadaan barang inventaris
Kelebihan                    : Pimpinan dapat melihat barang dengan mudah dan pimpinan juga dapat meminimalisisr pengeluaran barang bagi hal-hal yang tidak dibutuhkan.
Metode perancangan sistem berisi rancangan yang digunakan dalam membangun sistem ,diantaranya membangun proses ,rancangan input,,rancangan output,rancangan database,rancangan sistem dan rancangan interface.
Perancangan Diagram Konteks berisi gambar rancangan proses yang dimodelkan dengan Data Flow Diagram (DFD). Penggambaran DFD harus rinci ,DFD harus dimulai dengan penggambaran konteks diagram,DFD LEVEL 0 dan DFD level selanjutnya.Semua proses DFD yang dirancang diuraikan berdasarkan spesifikasinya masing-masing.
Perancangan Database
Basis data adalah sekumpulan data yang terdiri atas satu atau lebih tabel yang terintegrasi satu sama lain,dimana setiap pemakai(user) diberi wewenang untuk dapat  mengakses (mengubah menghapus,menganalisis,menambah,memperbaiki) data dalam tabel tersebut.

Dengan menggunakan sistem informasi inventaris barang yang dibangun dengan menggunakan visual basic Net 2010 dan Xampp tersebut maka proses pengolahan,penyimpanan dan pencairan data di SMA Negeri 4 Pematangsiangtar bisa diotomatisasi sehingga membuat sehingga pekerjaan mengiventer barang akan lebih cepat dilakukan.




Literatur Lain :  PENGGUNAAN EDMODO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING PADA MATA PELAJARAN OTOMATISASI PERKANTORAN DI SMKN 1 SURABAYA

Pembahasan :
Data hasil penelitian menjelaskan tentang: 1) penggunaan Edmodo sebagai media pembelajaran e-learning pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran di SMKN 1 Surabaya, 2) respon warga sekolah ketika menggunakan Edmodo sebagai media pembelajaran e-learning, dan 3) kelebihan dan kekurangan Edmodo sebagai media pembelajaran e-learning.
Penggunaan Edmodo sebagai media pembelajaran e-learning pada mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran di SMKN 1 Surabaya dimulai sejak tahun 2013 bersamaan dengan diterapkannya kurikulum 2013 di SMKN 1 Surabaya. Kelas X APK 5 adalah angkatan kedua yang diajar oleh seorang guru yang memanfaatkan Edmodo sebagai media pembelajarannya e-learningnya. Edmodo dalam kelas X APK 5 digunakan sebagai kelas pelengkap untuk mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran ini, yang mana Edmodo lebih banyak digunakan untuk memberikan tugas-tugas dan juga kuis kepada siswa. Alasan guru memilih menggunakan Edmodo sebagai kelas pelengkap adalah guru menyesuaikan dengan kebutuhan di kelasnya. Untuk penyampaian materi teori dan juga praktik siswa kelas X APK 5 lebih senang dilakukan melalui pertemuan tatap muka langsung, dan kalau untuk tugas siswa lebih senang diberikan melalui Edmodo oleh karena itu guru memilih menggunakan Edmodo sebagai kelas pelengkap untuk mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran kelas X APK 5.
Siswa kelas X APK 5 yang berjumlah 46 orang telah terdaftar dalam grup yang telah dibuat oleh guru. Grup Edmodo untuk kelas X APK 5 memiliki nama 2014 Otomatisasi Perkantoran X APK 5, pemberian nama grup disesuaikan dengan mata pelajaran dan juga kelas yang diampu oleh guru. Penggunaan Edmodo yang disesuaikan dengan kebutuhan guru dan kelas juga berdampak pada kekurangan yang dimiliki oleh Edmodo. Berbeda dengan Edmodo yang digunakan sebagai kelas pengganti intensitas siswa dan guru dalam mengakses Edmodo tinggi, sedangkan untuk Edmodo yang digunakan sebagai kelas pelengkap intensitas siswa dan guru dalam mengakses Edmodo tidak terlalu tinggi. Mereka akan mengakses Edmodo ketika akan memberikan tugas bagi guru, dan untuk siswa biasanya baru mengakses Edmodo ketika ada pemberitahuan mengenai tugas dan kuis di Edmodo.
            Di SMKN 1 Surabaya Edmodo sebagian besar dimanfaatkan sebagai kelas pengganti untuk siswa yang sedang Prakerin dan bagi guru kelas X dan XII Edmodo banyak dimanfaatkan sebagai kelas pelengkap, hal ini sesuai dengan kelebihan dari Edmodo yang membuat pembelajaran tidak bergantung pada waktu dan tempat. Hal tersebut diungkapkan oleh guru mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran kelas X APK 5 dalam wawancaranya, beliau menyatakan bahwa keuntungan menggunakan e-learning, khususnya Edmodo salah satunya adalah pembelajaran menjadi tidak terbatas dalam kelas saja, artinya guru dan siswa tetap dapat berkomunikasi untuk membahas materi-materi pelajaran tanpa harus terkendala oleh ruang dan jarak, Edmodo juga dapat diakses melalui handphone selama tersambung dengan jaringan internet.
Menurut Umaroh (dalam Basori, 2013) .







Kesimpulan :

Bahwa Model Otomatisasi pada perkantoran sangat memberikan manfaat dan sangat penting ,apabila suatu perusahaan ingin terus berkembang guna membangun dan mencapai tujuan perusahaan. Sebagai media pembelajaran e-learning, Edmodo memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan media pembelajaran e-learning yang lain. Kelebihan itu diantaranya adalah fitur-fitur yang yang ditawarkan sangat membantu guru, mudah dipahami dan digunakan bahkan untuk guru aupun siswa yang baru mengenal Edmodo. Penggunaannya juga dapat disesuaikan degnan kebutuhan guru dan kelas. Untuk kekurangan dari Edmodo sebagai media pembelajaran e-learning hampir tidak ada, kekurangannya hanya Edmodo sangat bergantung dengan jaringan internet sehingga siswa maupun guru yang berada pada daerah dengan akses internet yang sulit tidak bisa menggunakan Edmodo.

 Daftar Pustaka

Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran, Jakarta: PT Grafindo Persada.

Basori. 2013. Pemanfaatan Social Learning Network “Edmodo” dalam Membantu                                    Perkuliahan Teori Bodi Otomotif di Prodi PTM JPTK FKIP UNS. JIPTEK. Vol VI, No. 2.

Sugara,Heru.2015. Otomatisasi perkantoran dalam pencatatan invetaris barang (studi kasus                   di SMA NEGERI 4 Pematangsiangtar Jurnal Volume 3 No 5 Desember 2015.

Komentar